Inseminasi Buatan Jadi Pilihan DTPHP Kutai Timur Optimalkan Program Swasembada Daging Sapi

Daerah, Hukrim, Kesehatan394 Dilihat

Kutim — Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Peternakan (DTPHP) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mengungkapkan jumlah impor hewan ternak dari luar daerah untuk masuk ke Kutim terbilang tidak sedikit.

Karena itu, saat ini pihaknya tengah melakukan program swasembada daging sapi sebagai program yang prioritas.

Untuk itu program  inseminasi buatan menjadi pilihan. Hal ini sebagaimana disampaikan Kepala DTPHP Kutim Dyah Ratnaningrum melalui Kepala Bidang (Kabid) Peternakan dan Kesehatan Hewan drh. Antonius Kurniawan Dewanto

Hal itu dilakukan, kata Antonius, lantaran Kalimantan Timur (Kaltim) sebagai Ibu Kota Nusantara (IKN) dan Kutim yang masuk sebagai daerah penyanggahnya, maka diperkirakan kebutuham daging akan terus meningkat.

“Jadi kita ada namanya program inseminasi buatan, kawin suntik. Itu kita lakukan terus. Nahh kita kan nanti kebutuhannya jauh lebih besar, apalagi ada IKN ini,” ucap Antonius saat dihubungi, Senin (11/6).

“Jadi kita tetap berjuang terus swasembada daging sapi lah di Kutim. Salah satu upayanya inseminasi buatan dan pengadaan serta pembelian sapi-sapi betina yang akan kawin suntik itu,” sambungnya menerangkan.

Dia pun berharap ke depannya bakal ada pihak swasta yang melakukan kerja sama dengan PTPHP dalam upaya mempercepat programnya itu. Karena, kata dia, kebutuhan masyarakat terhadap daging sapi semakin hari semakin bertambah.

“Karena yang dikerjakan oleh dinas ini kan hanya peternakan-peternakan milik masyarakat,” katanya.

Lebih lanjut, dia menerangkan bahwa jumlah sapi yang diimpor dari luar Kutim sangatlah tinggi, “Karena 70-an persen kita masih ambil dari luar,” sebutnya

“Sehingga kita prioritaskan dulu agar sapi-sapi betinanya kita kawin suntik. Kemudian adakan pengadaan sapi-sapi betina produktif, kita sebar ke masyarakat, mereka pelihara dan kita suntik. Karena memang sapi ini kebutuahannya masyarakat makin lama tambah meningkat,” tandasnya. (Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *