Kutim — Dalam rangka menjalankan komitmen untuk menghilangkan kasus pelecehan seksual di Kabulaten Kutai Timur (Kutim) Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) giat melakukan sosialisasi.
Meski tugas tersebut merupakan fungsi langsung dari pihak kepolisian, namun DP3A turut memiliki peran dalam mendampingi kasus yang terjadi di Kutai Timur.
Hal ini seperti yang dijelaskan oleh Kepala DP3A Kutim, Idham Cholid yang mengaku dalam upaya memperkecil kekerasan dan atau pelecehan seksual di Kutim, pihaknya tidak berhenti melakukan sosialisasi tentang apa sebenarnya pelecehan seksual itu
“Kami ini kan bekerja sesuai dengan fungsi. Kami ini hanya melakukan pendampingan. Tapi kalau kasus hukumnya ada di ranah kepolisian. Tapi kalau diminta, ada laporan, maka kami tetap akan melakukan pendampingan,” ucapnya saat ditemui, Kamis (6/6).
“Tetapi, untuk memperkecil itu kami punya tanggungjawab melakukan sosialisasi kepada masyarakat terutama perempuan dan anak-anak. Sehingga mereka sadar bahwa yang disebut pelecehan seksual itu apa, kategorinya seperi apa, itu kan kadang-kadang masyarakat nggak ngerti,” tambah dia.
Menurutnya, sosialisasi tersebut sangat penting sehingga masyarakat memahami apa saja kategori pelecehan seksual, “Jadi mereka mampu segera melaporkannya kepada pihak yang berwajib jika mereka menemukan kasus,” ujar dia
“Karena itu perlu ada sosialisasi sehingga yang mengerti soal pelecehan seksual itu cepat-cepat melakukan tindakan, misalnya melaporkan ke DP3A, ke polisi dan sebagainya Itu yang kami harap untu masyarakat lakukan,” pintanya.
Lehih lanjut, Idam menerangkan kemampuan SDM dalam hal ahli yang dapat menangani masalah mental perempuan dan anak di Kutim masih terbilang kurang.
Meski begitu, kata Idam, bila memang dibutuhkan pihaknya dapat bekerjasama dengan dengan wilayah-wilayah lain.
“Kita sudah punya psikolog klinis, tapi kita tidak punya tenaga psikologi forensik. Nahh itu memang harus lengkap, karena memang sangat diperlukan. Nahh kalau (misalnya ada kegiatan dan diperlukan) kita biasanya melakukan kerja sama, baik dengan Bontang mau pun dengan Samarinda,” tuturnya. (Adv)







