Kutim — Bidang ekonomi kreatif menjadi sektor yang penting untuk dikembangan di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mengingat sektor wisata daerah tersebut tidaklah sedikit.
Lantaran itu, Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) melalui Dinas Pariwisata (Dispar) menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan fasilitas wisata dan mengembangkan ekonomi kreatif di daerah dengan sebutan ‘Magic Land’ itu.
Kepala Dispar Kutim, Nurullah menyebut pengembangan tersebut harus sejalan dengan peningkatan keterampilan melalui pelatihan-pelatihan untuk meningkatkan sumber daya manusia (SDM).
Sayangnya, dikemukakan Nurullah, kegiatan pengembangan ekonomi kreatif ini belum maksimal sebab keterlambatan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA).
Namun, Nurullah berujar bahwa Pemkab Kutim berusaha memaksimalkan kegiatan tersebut dan menyelesaikan sebagian besar program sebelum akhir tahun.
“Program kita di tahun 2024 ini ada beberapa kegiatan, seperti peningkatan SDM, ada juga destinasi, pemasaran di bidang ekonomi kreatif,” kata Nurullah, Kamis (6/6).
“Dari sekian kegiatan ini, masih belum maksimal. Kendala kita yaa keterlambatan DPA. Tetapi kami terus lakukan upaya untuk memaksimalkan menyelenggarakan kegiatan ini sampai di akhir tahun,” sebutnya.
Kata dia, prioritas utama yang akan diselesaian adalah membangun destinasi wisata di Kutim, termasuk Pulau Miang, Sangkulirang Mangkalihat dan berbagai destinasi wisata lainnya.
“Target kita kalau pun tidak semuanya, yaa 95 persen lah selesai. Program prioritas kita adalah bagaimana kita membangun destinasi wisata di Kabupaten Kutai timur ini. Seperti Pulau Miang, Teluk Lombok, kemudian Sangkulirang Mangkalihat,” sebutnya.
“Kemudian juga sudah beberapa yang diprogramkan pemerintah seperti di Pantai Teluk Lingga. Ini juga merupakan prioritas untuk kita bangun,” pungkasnya.(adv)










