Kutim Tegaskan Komitmen Netralitas Aparat dalam Pilkada Serentak 2024

Advertorial, Daerah563 Dilihat

Kutim – Netralitas aparat negara menjadi sorotan utama dalam pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2024 di Kabupaten Kutai Timur (Kutim).

Komitmen ini ditegaskan dalam Apel Siaga Masa Tenang, Pemungutan, dan Perhitungan Suara yang berlangsung di halaman Kantor Pemadam Kebakaran (Damkar), Sabtu (23/11/2024).

Kegiatan tersebut dihadiri Pejabat Sementara (Pjs) Bupati Kutim Agus Hari Kesuma (AHK), unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Ketua Bawaslu, komisioner KPU Kutim, serta sejumlah pejabat eselon II.

Netralitas Sebagai Kunci Sukses Demokrasi

Dalam amanatnya, AHK menegaskan bahwa netralitas TNI, Polri, dan Aparatur Sipil Negara (ASN) adalah prinsip yang tidak bisa ditawar demi kesuksesan pesta demokrasi.

“Saya yakin seluruh aparat, termasuk TNI, Polri, ASN, KPU, dan Bawaslu, memahami tugas mereka untuk menjaga netralitas. Jika ada pelanggaran di lapangan, catat, dokumentasikan, dan laporkan agar dapat segera ditangani,” ujar AHK dengan tegas.

Ia juga mengajak masyarakat untuk aktif mengawal proses Pilkada, dari masa tenang hingga penetapan pemenang.

Menurutnya, menjaga integritas Pilkada adalah tanggung jawab bersama, dan pemilu yang jujur serta adil akan melahirkan pemimpin yang amanah sesuai harapan rakyat.

“Jangan ada celah bagi kecurangan yang dapat mencederai demokrasi. Ini adalah momentum untuk menunjukkan kedewasaan berdemokrasi,” tambahnya.

Komitmen Bawaslu untuk Luber Jurdil

Senada dengan AHK, Ketua Bawaslu Kutim, Aswadi, menekankan pentingnya prinsip Langsung, Umum, Bebas, Rahasia, Jujur, dan Adil (Luber Jurdil) dalam Pilkada Serentak 2024.

“Pilkada adalah hajatan besar rakyat yang harus mencerminkan kegembiraan demokrasi. Perbedaan pilihan politik adalah hal wajar yang harus disikapi dengan dewasa, bukan dengan konflik atau perpecahan,” tegas Aswadi.

Aswadi juga menyebut bahwa menjaga independensi dan integritas adalah tugas utama Bawaslu selama Pilkada berlangsung.

Semua pihak diimbau untuk bersikap profesional, menghindari politisasi, dan menolak praktik curang.

“Apel siaga ini bukan hanya seremonial, tetapi simbol kesiapan bersama untuk memastikan Pilkada berlangsung bersih, jujur, dan adil,” tambahnya.

Peran Aktif Masyarakat

Aswadi menekankan bahwa peran aktif masyarakat sangat penting dalam menjaga ketertiban dan keamanan Pilkada.

Kesadaran kolektif untuk berpartisipasi di setiap tahap pemilu akan menciptakan suasana demokrasi yang sehat.

“Pilkada Serentak 2024 bukan hanya tentang memilih pemimpin, tetapi juga menjadi cerminan kualitas demokrasi kita. Dengan semangat kebersamaan dan komitmen tinggi, mari kita pastikan Pilkada berjalan damai, aman, dan sukses,” ujarnya menutup sambutan.

Momentum Persatuan

Apel siaga ini mencerminkan kesiapan seluruh elemen masyarakat, aparat keamanan, dan penyelenggara pemilu untuk bersinergi mewujudkan Pilkada yang berkualitas.

Dengan mengedepankan prinsip netralitas, integritas, dan profesionalisme, Pilkada Serentak 2024 diharapkan menjadi tonggak baru dalam perjalanan demokrasi Indonesia. (adv/ab)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *