Kutim — Sarana dan prasarana manjadi salah satu hal utama yang harus ada dalam dunia pendidikan.
Lantaran itu, Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutim terus melakukan upaya perbaikan dari sisi sumber daya manusia maupun infrastrukturnya.
Kepala Disdikbud Kutim, Mulyono menyebutkan saat ini pihaknya telah memprogramkan upaya pemenuhan kelayakan infrastruktur di semua sekolah yang ada Kutai Timur.
“Alhamdulillah kemarin sudah semua kita telah programkan, namun memang ada satu atau dua sekolah yang tidak sempat kita eksekusi karna persoalan lahannya,” ungkap Mulyono, Kamis (2/5) kemarin.
“Tapi selebihnya tersentuh ya, baik berupa tambahan ruang kelas, ada juga mushollah, UKS, Perpustakaan dan sarana-sarana lainnya sesuai kebutuhan masing-masing sekolah,” tambahnya.
Mulyono menegaskan bahwa program pemenuhan sarana dan prasarana di setiap sekolah akan terus dilanjutkan.
Lebih lanjut, dia juga menyoroti terkait dana Silpa (Sisa Lebih Perhitungan Anggaran) yang ada di Disdikbud. Mulyono menerangkan bahwa Silpa tersebut berkaitan dengan TK2D yang akan diangkat menjadi PPPK.
“Jadi sebenarnya sudah kami anggarkan tetapi ternyata proses seleksinya mundur jadi anggaran itu tidak digunakan,”
“Untuk nominal kami tidak bisa sebutkan pastinya takut salah datanya, tapi yang pasti masalahnya disitu. Kami pun sudah menyiapkan dana akres hingga 2,5 hingga 5 persen dari gaji total bagi yang naik pangkat. Jadi kalau tidak terserap pasti akan Silpa,” pungkasnya.
Untuk diketahui dana akres adalah dana yang disiapkan untuk pegawai, diluar dana gaji rutin yang diterima setiap tahun. (aDv)







