DLH Kutim Siapkan Inovasi Pengelolaan Sampah, dari Instalator Hingga ATM Sampah

Advertorial, Daerah33 Dilihat

Kutim — Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kutai Timur Terus melakukan inovasi untuk mengatasi permasalahan sampah di Kutai Timur.

Hal ini sebagaimanai diungkapkan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Armin Nazar, melalui Kepala Bidang (Kabid) Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 Sugiyo.

Dia mengatakan inovasi yang dia maksud adalah bagimana meningkatkan pengelolaan sampah di Kabupaten Kutim. Salah satu upaya yang tengah diusahakan adalah membangun instalator di beberapa titik.

Namun dia mengaku hingga saat ini pihaknya masih kesulitan persoalan lahan yang akan digunakan.

Hal ini, kata Sugiyo, karena tidak sedikit masyarakat yang masih menganggap sepele persoalan dampak sampah.

“Kemudian yang kedua kita mengelola sampah dari sumbernya yaitu di tiga titik untuk membangun sebuah instalator mini berupa wastor. Tapi itu lagi-lagi, mencari bangunan yang hanya 4×6 saja kita sulit,” terangnya saat ditemui awak media, Rabu (12/6)

“Padahal Kutim luas sekali, itulah kendala kita. Karena di kota itu bukan masalah luasannya, tetapi orang menganggap sampah itu menjadi hal yang kurang baik (jika dibangun di sekitarnya). Mengelola sampah itu dianggapnya kegiatan yang kurang efektif dan dianggap sepele,” tukasnya.

Selain itu pihaknya juga melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar mereka bisa menyelesaikan sampah dari sumbernya, “tapi kenyataannya belum maksimal. Kita sudah berupaya bahkan saya kemarin ke Desa Sekerat, nahh ini saya ke Sangatta terkait dengan limbah B3,” jelasnya.

Lebih lanjut, Sugiyo juga menerangkan bahwa inovasu terbaru mereka adalah memperkenalkan masyarakat terkait ATM Sampah.

Dia mengatakan, ATM sampah merupakan inovasi yang diharapkan dapat meningkatkan minat masyarakat untuk mengumpulkan sampah.

“Salah satu inovasi kita dengan mitra kita itu adalah bank sampah dalam rangka mengurangi sampah dari sumbernya,” ucapnya.

“Tahun kemarin kita sudah lakukan itu berupa ATM Bank Sampah beserta aplikasinya. Cuman sesuai dengan perkembangannya kayanya belum maksimal. Tapi itu salah satu yang kita upayakan,” tandasnya. (Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *