Disdikbud Kutim Gelar Tiga Kegiatan Budaya Meriahkan HUT ke-25 Kabupaten Kutai Timur

Uncategorized719 Dilihat

Kutai Timur – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) melalui Bidang Kebudayaan menghadirkan rangkaian kegiatan budaya.

Itu bertujuan untuk memperkuat identitas budaya daerah dan melestarikan kekayaan budaya lokal. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kutim yang ke-25.

Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kutim, Padliansyah, menegaskan pentingnya acara ini sebagai wadah bagi seniman, budayawan, dan komunitas paguyuban untuk mengekspresikan kreativitas mereka.

Ia mengatakan bahwa di momen HUT ke-25 Kutim ini merupakan kesempatan untuk mengangkat dan memamerkan kekayaan budaya lokal di tengah arus budaya global yang semakin berkembang.

“Melalui peringatan ini, kami ingin menciptakan ruang bagi seniman dan budayawan lokal untuk menunjukkan kreativitas mereka serta mengingatkan kita semua akan kekayaan budaya yang kita miliki,” ujar Padliansyah, Minggu (3/11/2024).

Rangkaian Acara Budaya

Acara pertama yang digelar dalam rangkaian perayaan HUT Kutim ke-25 adalah Pentas Seni, Kebudayaan, Kuliner, dan Adat Nusantara yang berlangsung mulai 2 hingga 11 November 2024 di pusat kota Sangatta.

Dalam kegiatan itu menampilkan seni dan budaya Nusantara, serta menampilkan sajiankuliner khas daerah yang memperkaya pengalaman budaya bagi masyarakat.

Padliansyah berharap, masyarakat Kutim khususnya generasi muda, dapat lebih mengenal dan menghargai tradisi dan warisan budaya Indonesia.

Bahkan Ia mengingatkan agar masyarakat, terutama anak-anak muda, merasa bangga akan budaya mereka.

“Harapan kami adalah agar masyarakat, terutama anak-anak muda, memahami dan bangga akan budaya mereka. Inilah akar kita yang perlu dilestarikan,” ungkapnya.

Antusiasme masyarakat terlihat jelas dengan ribuan warga yang memadati area acara, menikmati berbagai pertunjukan seni dan kuliner khas yang mencerminkan keberagaman Nusantara.

Pentas Seni Sekolah

Setelah sukses dengan acara pertama, Disdikbud Kutim akan melanjutkan rangkaian kegiatan budaya dengan Pentas Seni Sekolah, yang melibatkan siswa dari 18 kecamatan di Kutai Timur.

Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung pada 12 hingga 17 November 2024 di tujuh lokasi yang tersebar di seluruh Kutim.

“Dengan melibatkan pelajar, kami ingin generasi muda Kutim dapat lebih mengenal dan mencintai seni budaya daerahnya sejak dini,” kata Padliansyah.

Ia menambahkan bahwa keterlibatan anak-anak sekolah dalam acara ini sangat penting untuk proses regenerasi budaya lokal.

Pesta Rakyat Kebudayaan

Sebagai puncak dari rangkaian acara, Disdikbud Kutim akan menyelenggarakan Pesta Rakyat Kebudayaan pada 22 dan 23 November 2024 di helipad Sangatta.

Pesta Rakyat ini diharapkan tidak hanya menjadi acara penutup, tetapi juga sebagai momen refleksi bagi masyarakat Kutai Timur tentang pentingnya melestarikan kebudayaan lokal.

“Pesta Rakyat Kebudayaan ini adalah puncak dari tugas kami di bidang kebudayaan, untuk mengajak seluruh warga merayakan dan menghargai kebudayaan yang kita miliki,” ujar Padliansyah.

Inisiatif Jangka Panjang

Sebagai komitmen untuk terus mengangkat budaya lokal, Padliansyah juga mengungkapkan bahwa Disdikbud Kutim akan mengevaluasi kegiatan-kegiatan budaya tahun ini untuk dijadikan kalender budaya tahunan Kabupaten Kutai Timur.

Ia berharap kegiatan budaya yang terencana ini dapat menjadi daya tarik wisata bagi Kutim serta mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif di daerah.

“Kami ingin menjadikan rangkaian kegiatan budaya ini sebagai acara tahunan, sehingga dapat menarik wisatawan dan memberikan kontribusi positif bagi perekonomian daerah,” pungkas Padliansyah. (Adv/ab)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *