Pemkab Kutim Optimalkan Aplikasi Elsimil untuk Tekan Angka Stunting

Advertorial, Daerah450 Dilihat

KUTIM – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) terus memperkuat upaya penurunan angka stunting dengan mengoptimalkan penggunaan aplikasi Elektronik Siap Nikah dan Hamil (Elsimil).

Aplikasi inovasi Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) ini disosialisasikan dalam versi terbarunya pada Selasa (26/11/2024) di Hotel Victoria, Sangatta.

Kepala Bidang Ketahanan dan Kesejahteraan Keluarga Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kutim, Ani Saidah, menjelaskan bahwa Elsimil dirancang untuk mendampingi berbagai kelompok masyarakat.

Kelompok ini meliputi calon pengantin, pasangan usia subur, ibu hamil, ibu pasca persalinan, hingga balita.

“Aplikasi ini bertujuan untuk memantau dan mendampingi mereka sejak awal agar risiko stunting bisa diminimalisir,” jelas Ani.

Salah satu fitur utama Elsimil adalah penetapan usia minimal menikah, yaitu 20 tahun.

Bagi calon pengantin di bawah usia tersebut, diperlukan surat rekomendasi dari Pengadilan Agama dan Kantor Urusan Agama (KUA).

Pendampingan oleh Tenaga Pendamping Keluarga (TPK) juga menjadi syarat wajib.

“TPK bertugas mendampingi ibu hamil dan menyusui serta memantau status gizi anak dan ibu. Pendampingan ini juga mencakup deteksi dini penyakit degeneratif yang dapat membahayakan calon pengantin maupun anak mereka,” tambah Ani Saidah.

Ia menegaskan bahwa pendampingan melalui aplikasi Elsimil bertujuan menciptakan keluarga yang berkualitas sebagai bagian dari visi Indonesia Emas 2045.

“Kami ingin memastikan generasi mendatang bebas dari stunting dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik,” ujar Ani. (Adv/ab)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *