Makin Menyala, Progres Pemerataan Listrik di Kutim Capai 76 Persen Lebih

Advertorial, Daerah434 Dilihat

Kutim — Dengan latar belakang wilayah yang luas dan tantangan geografis yang kompleks, misi menyediakan listrik ke setiap sudut Kabupaten Kutai Timur (Kutim) bukanlah perkara mudah.

Namun progres pemerataan listrik di Kutim menunjukkan perkembangan signifikan sejak 2021, yang tentunya memberikan harapan dan semangat baru bagi masyarakat Kutim yang selama ini hidup dalam kegelapan.

Di bawah kepemimpinan Bupati Ardiansyah Sulaiman, kebijakan penting ini dirumuskan untuk mencapai target ambisius tersebut

Ardiansyah Sulaiman mengungkapkan, beberapa tahun terakhir pihaknya memang fokus untuk menjangkau desa-desa yang belum terhubung dengan jaringan listrik utama.

Sehingga program bersinergi bersama PT PLN untuk memastikan jaringan listrik yang lebih stabil dan merata ini menjadi agenda prioritasnya.

“Kami berkomitmen untuk terus bekerja keras, memastikan seluruh masyarakat Kutim mendapatkan akses listrik yang layak. Ini bukan hanya soal penerangan, tapi juga soal meningkatkan kualitas hidup dan membuka peluang ekonomi baru,” ujar Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman beberapa waktu lalu.

Orang nomor satu di Kutim itu menyebut, harapan dan optimisme masyarakat tumbuh seiring dengan meningkatnya akses listrik di Kutim, “Alhamdulillah ini menunjukkan bahwa mimpi untuk mewujudkan kesejahteraan yang merata bukanlah hal yang mustahil,” pungkas dia.

Sementara itu, Kepala Bagian Sumber Daya Alam Setkab Kutim Arif Nur Wahyuni menjelaskan, hingga tahun 2023 dari total 139 desa dan 2 kelurahan di Kutim, tercatat hanya 33 desa yang masih belum menikmati aliran listrik PLN.

“Dari data terbaru, 104 desa kini telah teraliri listrik PLN 24 jam, 1 desa mengandalkan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH), dan 7 desa lainnya menggunakan Solar Cell Komunal,” sebutnya.

“Kelistrikan desa di Kutim saat ini mencapai 76,60 persen yang teraliri listrik PLN, PLTMH, dan Solar Cell Komunal. Sedangkan 23,40 persen sisanya belum teraliri listrik PLN, PLTMH, maupun Solar Cell Komunal,” tambah dia.

Menurutnya, peningkatan ini tidak terlepas dari langkah strategis Bupati Ardiansyah dalam program elektrifikasi yang mencakup, penyediaan listrik untuk desa terpencil, peningkatan infrastruktur listrik, pengembangan energi terbarukan, dan keterjangkauan harga listrik. (Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *