Bupati Kutim Geram, PT KPC Tak Tepati Janji

Advertorial, Daerah359 Dilihat

Kutim — Pemerintah Kabupaten Kutai Timur mengeluarkan kebijakan tegas untuk mengambil alih program pembangunan jalan poros yang menghubungkan Sangatta dengan Kecamatan Rantau Pulung (Ranpul).

Hal ini lantaran Bupati Ardiansyah Sulaiman, gerah atas janji PT Kaltim Prima Coal (KPC) yang urung memperbaiki kerusakan jalan poros tersebut.

Ardiansyah Sulaiman menegaskan bahwa jalan tersebut harus segera dilakukan perbaikan sebab menjadi akses menuju kecamatan pedalaman di Kutim.

Hal itu disampaikan secara tegas oleh orang nomor satu di Kutim itu pada acara pembukaan Lomba Burung Berkicau Camat Rantau Pulung Cup I yang diadakan di Pasar Padang Raya, Kecamatan Ranpul, Minggu (9/6).

“Tadi saya sudah perintahkan Dinas PU Pekerjaan Umum Penataan Ruang / PUPR) untuk menyurati CEO PT KPC. Kami minta jalan itu diambil alih, karena seyogyanya jalan itu selesai di tahun 2023, namun kenyataannya sampai saat ini belum ada progres. Saya tidak paham kenapa belum selesai, karena baru satu kali pihak PT KPC itu secara resmi datang ke ruangan saya di tahun 2022,” ujarnya dengan nada tegas.

Pengambilalihan proyek ini diharapkannya dapat memberikan solusi atas permasalahan jalan yang sudah lama dikeluhkan warga.

Pasalnya jalan poros yang menjadi urat nadi transportasi warga ini, sudah lama dikeluhkan masyarakat. Utamanya saat musim penghujan yang memperparah kondisi jalan dan membuat kendaraan roda dua dan empat kesulitan untuk melintas.

“Hampir setiap hari saya menerima pesan melalui WhatsApp dari warga Rantau Pulung yang mengeluhkan kondisi jalan ini. Oleh karena itu, saya tegaskan di hadapan bapak ibu sekalian bahwa hari ini saya sudah memerintahkan bidang Bina Marga Dinas PU (PUPR) segera membuat surat kepada CEO PT KPC agar tidak ada tumpang tindih nantinya,” ungkap Ardiansyah.

Ardiansyah menambahkan bahwa pembangunan jalan ini rencananya akan dimulai tahun ini. Namun pengerjaannya tidak bisa sekaligus. Karena sudah masuk di persiapan anggaran perubahan.

“Tetapi yang mampu dikerjakan akan kita kerjakan dengan baik. (Sedangkan) Yang tidak mampu, kita akan swakelola saja,” pungkas dia. (Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *