Sangatta Selatan Jadi Lokasi Terpilih Pembangunan Pabrik Padi, Kasmidi Bulang Sasar Kualitas Premium

Advertorial, Daerah463 Dilihat

Kutim — Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (DTPHP) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menginisiasi pembangunan pabrik padi di Kecamatan Sangatta Selatan.

Hal ini sebagaimana yang disampaikan Wakil Bupati Kutim, Kasmidi Bulang usai mengikuti panen raya di daerah tersebut pada Jumat (14/06).

Kasmidi menyebut, pembangunan pabrik tersebut dijadwalkan akan dimulai tahun ini. Yang mana dirancang untuk mencakup proses penggilingan padi, penjemuran, hingga pengepakan dalam satu lokasi.

“Pabrik itu nantinya mulai dari penggilingan padi, penjemuran sampai pengepakan padi dalam satu tempat,” Kata sosok yang akrab dipanggil KB itu.

Sementara itu Sangatta Selatan, kata KB, dipilih sebagai lokasi pembangunan pabrik lantaran daerah tersebut memiliki lokasi sawah yang luas.

Sebagai Ketua DPD Perhiptani Kutim ia menekankan agar kedepannya pabrik tersebut akan menjadikan beras Kutim kualitas Premium.

Karenanya, KB berujar akan pentingnya modernisasi pertanian di Kutai Timur. Ia menginginkan sektor pertanian di wilayah ini dapat lebih maju dengan teknologi yang memadai, terutama teknologi pasca panen yang masih menjadi kendala bagi para petani.

“Banyak sekali keluhan dari kelompok tani mengenai teknologi pasca panen yang sangat dibutuhkan di Kutim,” ujar dia.

Di lain pihak, warga mengatakan bahwa salah satu kendala utama mereka untuk menciptakan kualitas terbaik adalah kurangnya mobil pemanen padi, serta masalah pengaliran air yang menyebabkan banyak sawah tidak bisa dikelola secara maksimal.

“Kami minta bantuan mobil pemanen padi, itu yang jadi kendala kami saat panen. Kami juga terkendala pengaliran air, makanya banyak sawah yang tidak maksimal,” ungkap Syafaruddin Jafar, Ketua kelompok tani Sumber Makmur.

Meski menghadapi berbagai kendala, Syafaruddin mengungkapkan bahwa produksi panen dari kelompok taninya telah meningkat empat kali lipat dari sebelumnya.

Saat ini, dalam satu hektar sawah, kelompok tani dapat memanen hingga 4 ton padi. “Kami berharap pemerintah selalu bersama masyarakat dan kelompok tani untuk meningkatkan produksi padi lokal di Kutim,” pungkas dia. (Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *