Konsultasi Publik RPJMD Kutim, Bupati Tekankan Pembangunan Berkelanjutan

Advertorial, Daerah378 Dilihat

Kutim — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Timur (Kutim) baru-baru ini mengadakan konsultasi publik penyusunan kajian lingkungan hidup strategis (KLHS) rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) Kutai Timur,  di Aula Hotel Victoria Sangatta pada Rabu (19/6).

Dalam sambutannya, Bupati Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, menekankan pentingnya KLHS sebagai indikator dalam RPJMD.

Dia percaya bahwa hal ini harus memiliki prioritas tinggi agar pembangunan berjalan dengan baik, sambil memberikan manfaat yang signifikan bagi generasi masa depan.

Selama pidatonya, Ardiansyah Sulaiman juga menekankan pentingnya menjaga lingkungan sambil memanfaatkannya secara maksimal.

“Kalimat sederhananya tidak merusak lingkungan. Lingkungan terjaga dengan baik, meskipun pemanfaatan dilakukan secara maksimal. Saya minta setelah kajian ini selesai, maka rekomendasinya segera sampaikan ke Bapenda yang bersiap untuk menyelesaikan,” kata Ardiansyah Sulaiman.

Menurut dia, konsultasi publik ini menunjukkan komitmennya Pemkab Kutim terhadap pembangunan yang berkelanjutan dan pentingnya melibatkan semua pemangku kepentingan dalam proses penyusunan RPJMD.

Ini adalah langkah positif dalam memastikan bahwa pembangunan di daerah tersebut sejalan dengan kebutuhan dan kepentingan semua orang.

“Jangan sampai kita membangun, tapi malah mengakibatkan banjir, itu berarti pembangunan yang kita lakukan tidak memperhatikan dampak lingkungan,” jelasnya.

Ardiansyah juga menginginkan agar hasil dari KLHS ini juga ditaati perusahaan yang ada di Kutai Timur. Dengan begitu, setiap pembangunan ada di Kutim selalu memperhatikan dampak lingkungannya.

Tak sampai di situ, Ardiansyah meminta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kutim memasang alat pendeteksi debu.

Sebagai upaya mengetahui rata-rata debu yang ada di Kutai Timur. “Artinya hutan masih kita amankan, tapi sesungguhnya tidak hanya hutan, KLHS ini dia juga bagaimana dampak debu. menurut saya ya, bagaimana kita bangun kota, bagaimana tata kotanya bisa aman bisa seperti ini. Ini kan bagian yang paripurna,” paparnya.

“Tolong dinas lingkungan hidup, saya dulu sudah dipesan, coba pasang alat pendeteksi udara. Sampai sekarang belum,” pinta dia.

Terakhir, eksploitasi sumber daya alam (SDA). Menurutnya, harus juga memperhatikan dampak lingkungan, terlebih isu ini juga masuk dalam pembahasan KLHS.

“Saat ini langkah pemerintah untuk mengatasi itu dengan cara sustainable development atau pembangunan yang berkelanjutan. Baik pembangunan memanfaatkan sumber daya alam yang bisa diperbaharui maupun SDA yang tidak diperbaharui. Maka perlu ada kajian,” tandasnya. (Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *