Kutim – Ramah tamah Komandan Korem 091 Aji Suryata Kusuma, Brigjen TNI Anggara Sitompul. di Ruang Meranti, dihadiri Bupati Kabupaten Kutai Timur (Kutim) pada Jumat (7/6).
Dalam agenda itu, Ardiansyah tak hanya menyambut kedatangan Brigjen Anggara, namun juga memperkenalkan daerah Kutim pada Komandan Korem tersebut.
Ardiansyah Sulaiman juga memaparkan bahwa Kutai Timur, merupakan miniatur Indonesia. Pasalnya, Kutim ini memiliki keberagaman dalam suku, budaya, dan agama.
“Kutai Timur miniatur Indonesia, karena semua suku, adat, agama, budaya ada di Kutim. Terbesar suku Jawa dan Bugis. Kutim saat ini memiliki konsep pembangunan dengan mengedepankan pembangunan sumber daya alam (SDA) yang bisa diperbaharui,” jelasnya
Ia juga mengungkapkan bahwa Kutim memiliki kekayaan alam berupa perkebunan Kelapa Sawit yang luasnya mencapai 700 ribu hektare.
“Sebanyak 525 ribu hektare itu dikelola Perusahaan sawit. Selebihnya dikelola masyarakat setempat,” jelasnya.
Selain itu, Ardiansyah nenuturkan bahwa Kutim merupakan salah satu daerah yang sangat luas dan aktif melakukan pemekaran.
“Usia Kutim saat ini 25 tahun sejak dimekarkan dari Kutai Kartanegara tahun 1999. Ada 192 desa, 11 desa persiapan, dua Kelurahan. Desa persiapan ini tinggal menunggu nomor induk desa dari Kementrian dalam negeri. Ditambah, ada 4 desa yang juga siap juga dimekarkan,” tandas Ardiansyah Sulaiman pada Jendral Bintang Satu itu.
Sementara itu, Brigjen TNI Anggara Sitompul kagum dengan Kota Sangatta. Apalagi sambutan Forkopimda Kutim terhadap kedatangannya ke Kutai Timur.
“Kutim ini sangat luas. Ada 18 Kecamatan, tapi hanya 8 Koramil kami disini. Meskipun sedikit, tapi semoga itu dapat membantu Pemkab Kutim dalam melakukan percepatan pembangunan,” jelasnya.
Jenderal bintang satu itu juga menilai, Kutai Timur cukup kondusif dibandingkan dengan daerah lain di Kalimantan Timur (Kaltim). Pasalnya, perusahaan yang ada di Kutim sebagian besar telah memiliki izin resmi.
“Isu sosial memang masih ada, tapi dibandingkan daerah lain, Kutai Timur cukup kondusif. Perusahaan yang ada di Kutim juga resmi, begitupun perusahaan sawitnya,” tandasnya.
Diketahui, kegiatan ramah tamah ini turut dihadiri Wakil Bupati (Wabup) Kutim, Kasmidi Bulang, Ketua DPRD Kutim, Joni serta unsur Forkopimda Kutim. Hadir pula tokoh masyarakat, Agama, adat, serta perwakilan perusahaan yang ada di Kutim. (adv)







