Bupati Ardiansyah Sulaiman Hadiri Pelantikan FPKS Kutim, Sebut Kutim Siap Jadi Industri Turunan Sawit

Advertorial, Daerah397 Dilihat

Kutim — Bupati Kabupaten Kutai Timur (Kutim) Ardiansyah Sulaiman hadiri pelantikan Pengurus Forum Petani Kelapa Sawit (FPKS) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) di Ruang Meranti, Kantor Bupati, pada Sabtu (22/6).

Dalam sambutannya, Bupati memberi penghormatan kepada seluruh hadirin khususnya kepada para petani kelapa sawit yang telah berjuang berkontribusi terhadap perkembangan daerah.

Dia menyampaikan pertemuan tersebut menjadi tanda kemajuan pertanian Kutim. Ditambah lagi saat Bupati menjadi keynote speaker (pembicara) di Jakarta terkait persiapan Kutim untuk menjadi industri turunan kelapa sawit.

menerangkan tak lama lagi Kutim bakal kedatangan industri Olechemical atau Oleokimia, yang merupakan industri pemanfaatan bahan baku dari minyak atau lemak. untuk menghasilkan produk kimia seperti fatty acids, fatty alcohols, fatty methyl ester, fatty amines dan gliserol.

“Insyaallah kawasan ekonomi Maloy sudah satu yang mendirikan tangki timbun.

Tak hanya itu, Bupati menyebut, akan ada dua lagi yang siap hadir, dan ternyata sudah banyak yang antri untuk masuk membangun industri oleochemical.

Ardiansyah juga menyinggung bahwa produk domestik regional bruto (PDRB) Kutim saat ini dikuasai pertambangan dan penggalian, yang diperkirakan mencapai 80 persen.

“Padahal, sudah lima tahun kelapa sawit berkontribusi besar atas devisa negara. Disusul bidang pariwisata, dan ketiga pertambangan, minyak dan sebagainya,” sebutnya.

Dengan begitu, dia menilai, sawit di Indonesia sudah kontribusinya melebihi dari yang lain. Untuk Kaltim sendiri, Ardiansyah bersyukur karena Kutim berada di peringkat pertama perkebunan kelapa sawitnya.

“Kita yang terbesar dengan menghasilkan TBS 7 juta ton per tahun,” ungkap dia.

Bupati juga tak lupa menyinggung luas lahan sawit yang dimiliki Mahyudin.

“Teman-teman seperjuangan, meskipun begini, saya juga petani kelapa sawit. Hanya bedanya satu, pak Mahyudin sudah punya 300 hektar, sementara saya cuma 2 hektar,” sebut Ardiansyah Sulaiman disambut tawa para hadirin.

Lebih jauh politisi PKS itu membeberkan persoalan dewasa ini muncul di Kutim adalah pencurian Tandan Buah Segar (TBS).

“Ada 2 kecamatan yang sudah melapor. Sudah banyak terjadi pencurian TBS. Ya di Muara Wahau dan sekitarnya, Kombeng dan di Rantau Pulung. Saya melihat ini sesuatu yang mohon segera harus kita bentengi.”

Lantaran itu, dia menitip pesan kepada FPKS segera bergandengan tangan dengan Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit (GABKI).

Diketahui, kegiatan itu dihadiri sejumlah pejabat tinggi termasuk Mahyudin selaku Ketua Dewan Penasehat DPP FPKS sekaligus Wakil Ketua DPD RI.(Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *