Rayakan Harkitnas 2024, Kasmidi Bulang Singgung Tokoh Nasional hingga Bonus Demografi

Advertorial, Daerah402 Dilihat

Kutim — Peringatan Hari Kebangkitan Nasional Tahun 2024 yang ke-116 digelar di Lapangan Haliped Bukit Pelangi Kabupaten Kutai Timur (Kutim) pada Senin (20/5).

Pada agenda itu, Wakil Bupati Kabupaten Kutai Timur (Kutim) Kasmidi Bulang membacakan sambutan Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia (Menkominfo RI)

Kasmidi menyampaikan, bahwa hari ini masyarakat diperhadapkan pada realitas yang terpampang terang, yakni kemajuan teknologi yang melesat cepat.

“Kita sudah memilih bukan hanya ikut serta, tetapi lebih daripada menjadi pemain-pemain penting agar dapat menggapai dunia,” kata dia.

Dia menyebut, hingga dua dekade ke depan akan menjadi momen krusial yang menentukan langkah dalam mewujudkan bangsa yang berkemajuan.

Lebih lanjut, kasmidi menyebut “Sejarah yang diperlukan bukan karena sensasi politiknya, juga bukan sebagai sumber keteladanan nilai nilai semata, tetapi pada percakapan terus-menerus tentang kemajuan, kemanusia, dan kesejahteraan, keteladanan, tidak harus diikatkan pada masa lalu,”

Namun, kata dia dapat dikaitkan dengan masa depan, yaitu pada ide-ide yang membuka ruang imajinasi peradaban.

Lebih dari seabad yang lalu, tepatnya pada 20 Mei 1908 lahir organisasi Budi Utomo yang di mana masa itu telah menumbuhkan bibit bagi cita-cita mewujudkan kemerdekaan Indonesia.

“Hari berdirinya Budi Utomo inilah yang kelak menjadi simbol dari kebangkitan nasional yang kita rayakan pada hari ini. Organisasi Budi Utomo bermula dari sejumlah dokter dan calon dokter di Batavia yang berkumpul mendirikan suatu organisasi modern,” sebut dia.

Dia mengingatkan, apa yang telah dirintis Budi Utomo di masa lalu, semangatnya harus terus dilanjutkan dan diperjuangkan.

“Begitu juga dengan Kartini, perempuan dari kota kecil Jepara yang mengawal lahirnya gagasan kemerdekaan kebangsaan kesetaraan, keadilan, persaudaraan dan kemajuan melalui tulisan-tulisannya yang tersiar di penjuru dunia,” kata dia.

Kasmidi menekankan bahwa tokoh-tokoh tersebut merupakan inspirasi yang bisa menjadi semangat bagi generasi saat ini.

Terlebih dengan tantangan zaman, dan kondisi Indonesia yang diperhadapkan dengan bonus demografi.

“Bonus demografi menunjukkan bagaimana 60% penduduk Indonesia dalam 2 dekade ini menjadi tenaga usia produktif yang siap mengembangkan inovasi-inovasi baru bagi kemajuan teknologi dan tumbuhnya ekonomi,” terangnya.

“Peluang kita menjadi negara maju. Ada dalam 10 hingga 15 tahun ke depan dengan memaksimalkan bonus demografi.” tandas dia. (Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *