Ratusan Pemuda Kutim Ikut Pelatihan Wirausaha yang Digelar Dispora, Bupati ingatkan Soal Magic Land

Advertorial33 Dilihat

Kutim – Ratusan pemuda mengukuti Pelatihan Wirausaha Muda dan Kreatif yang digelar Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Kutai Timur (Kutim), di Hotel Royal pada Senin (21/5).

Diketahui peserta yang mengikuti agenda tersebut berasal dari kecamatan Sangatta Utara, Teluk Pandan, dan Kaliorang.

Kepala Dispora Kutim, Basuki Isnawan menyampaikan bahwa pihaknya akan terus berkomitmen dalam memberi ruang bagi para pemuda di Kutim.

Di samping itu ia juga meminta agar pemuda Kutim turut mendukung dan melakukan kolaborasi demi mengembangkan daerah sendiri.

“Mari kita bergandengan tangan bersama-sama. Sudah saatnya anak-anak muda Kutim bisa maju dan berdaya,” Kata Basuki.

Dia juga berterimakasih kepada Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman yang juga terus memberi dukungan bagi pemuda di daerahnya.

“Pak Bupati selalu memberikan support yang hebat buat kita semua, sayang kalau ini tidak kita sambut dengan baik. Karena itu ayo kita bergandengan, kita diskusikan, kita manfaatkan waktu kita dengan hal yang bermanfaat bagi Kutim,” pintanya.

Senada dengan itu Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman juga turut menyampaikan contoh terkait kreatifitas pemuda kutim yang harus di pertahankan dan dikembangkan.

“Tahun 2013 lagi-lagi persoalan sampah di tengah jalan. Saya jadi Wakil Bupati pak Isran waktu itu. Saya minta kepada tim BKAD Kutim untuk menaruh seorang anak muda. Enam bulan setelah dilantik, di tengah jalan kita bersih dari sampah. Tahun 2014 Kutim dapat sertifikat Adipura. Anak muda itu yang jadi kepala Dispora sekarang,” ucapnya dengan bangga dan disambut tepuk tangan yang meriah.

Ardiansyah juga menceritakan tentang perjuangan seorang petani milenial yang melahirkan pupuk organik.

“Saudara sekalian, saya cerita lagi seorang alumni Stiper. Dia membentuk kelompok tani milenial. Dan sudah memproduksi pupuk. Sekadang kita minta, bisa nggak pupuk itu supaya mendapatkan hak ciptanya dan sangat bermanfaat bagi para petani dan produksinya luar biasa. Holtikultura ya sayur cabe dan lain-lain.”

Terakhir ia juga meminta agar masyarakat kutim terutama pemuda untuk memperhatikan potensi yang dimiliki Kutim. Sebagaimana yang selalu di ungkapkannya bahwa Kutim merupakan ‘Magic Land’ dan salah satu buktinya adalah pisang kepok khas Kutim yang diminati berbagai negara.

“Olehnya masyarakat harus memanfaatkan kemampuan daerah kita ini,” tandasnya. (Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *