Disdikbud Kutim Gelar Pendidikan Kecakapan Wirausaha, Bupati Sebut Potensi Pendongkrak Ekonomi

Advertorial, Daerah397 Dilihat

Kutim — Kursus dan Pelatihan Program Pendidikan Kecakapan Wirausaha menjadi salah satu kegiatan yang disenangi masyarakat Kabupaten Kutai Timur (Kutim).

Agenda yang dilangsungkan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutim itu, turuh dihadiri dan dibuka langsung oleh Bupati Ardiasnyah Sulaiman, Rabu (29/5).

Ardiansyah menyebut, kegiatan ini sebagai salah satu upaya meningkatkan kemapuan berwirausaha secara mandiri.

Dengan meningkatnya kemampuan UMKM masyarakat, Bupati Kutim tersebut berharap pertumhuhan ekonomi darah yang dikenal sebagai ‘magic land’ itu bisa semakin terdongkrak.

“Jadi ini salah satu bentuk daripada upaya pengembangan atau peningkatan ekonomi kerakyatan kita di Kabupaten Kutai Timur,” kata Ardiansyah kepada awak media.

Lebih lanjut, orang nomor satu di Kutim ini juga menyampaikan apresiasi atas agenda yang dilakukan Disdikbud yang tidak berhenti melakukan gerakan untuk meningkatkan literasi generasi Kutim.

“Saya berterima kasih karena kebetulan agenda ini merupakan program dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan terkait pendidikan nonformal. Di sinilah berbagai macam pelatihan dilakukan,” sebutnya

“Dan ini sudah berlangsung beberapa tahun yang lalu. Nahh ini yang terbanyak pesertanya, 600-an orang,” tambah dia.

Tak hanya itu, Bupati Kutim juga berharap kegiatan itu bakal menjadi simbol dan motivasi serta langkah yang tepat mengembangkan ekonomi kreatif di Kutim.

“Semoga saja ini menjadi icon dalam rangka kita meningkatkan ekonomi kreatif kita di Kutai Timur. Karena ini sudah berlangsung lama jadi sudah berjalan dengan baik,” ucapnya.

“Bahkan mereka telah diberikan bantuan alat-alat untuk mereka bekerja sendiri. Alhamdulillah selama ini berjalan dengan baik,” tandas Ardiansyah.

Diketahui selain kursus dan pelatihan, Disdikbud Kutim juga merangkaikan acara tersebut dengan Launching video clip paduan suara “Cap Jempol” dan penyerahan sertifikat KHI dalam rangka sosialisasi implementasi program pendidikan nonformal tahun anggaran 2024.

Kepala Disdikbud Mulyono mengatakan ini merupakan upaya pihaknya meningkatkan daya baca di Kutim. Karena itu mereka menghadirkan “cara pelayanan jemput bola” atau Cap Jempol.

Mulyono mengaku pihaknya juga telah, sedang dan bakal selalu melakukan pendataan untuk generasi Kutim yang saat ini tidak berproses di bangku sekolah formal. Nantinya, kata Kadis, akan diberi pelatihan dan diarahkan melalui sekolah nonformal.

“Ohh luar biasa (kita sudah melakukan banyak upaya ini-red). Malanya kita kan ada Cap Jempol. Kita juga masuk ke pesantren-pesantren, juga bersama dengan PKK melalui dasawisma-nya untuk mendata anak-anak kita yang belum mendapatkan pendidikan secara formal,” jelasnya. (Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *