HUT Kutim ke-25, Pemkab Kutim Gelar Pentas Seni, Kuliner, dan Penampilan Artis Ternama

Advertorial, Daerah709 Dilihat

Kutim – Asisten III Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Poniso Suryo Renggono, yang mewakili Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Kutim, Agus Hari Kesuma membuka secara resmi kegiatan meresmikan Hari Ulang Tahun Kabupaten Kutai Timur (Kutim) ke-25.

Dalam kegiatan tersebut, Pemkab Kutim menggelar acara bertajuk Pentas Seni, Kebudayaan, Kuliner, dan Adat Nusantara yang berlangsung dari 2 hingga 11 November 2024.

Kegiatan itu pula, mendatangkan artis ternama Tanah Air, seperti RAN, Saykoji, The Rain, Feel Koplo, dan Fira Cantika.

Kedatangan mereka memberikan kemeriahan hingga menciptakan suasana penuh keceriaan bagi masyarakat Kutim.

Asisten III Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Poniso Suryo Renggono mengatakan, acara ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan HUT Kutim.

“Kegiatan ini bertujuan merawat dan melestarikan kekayaan budaya di Kabupaten Kutai Timur,” katanya.

Dia menjelaskan bahwa dengan berbagai paguyuban daerah, ragam kuliner, serta komunitas suku dari seluruh Nusantara diharapkan mempererat persatuan dan mengukuhkan keragaman budaya di Kutim.

“Kegiatan ini menjadi kesempatan untuk merangkul semua kebudayaan yang kita miliki di Kutim,” ujarnya.

“Di sini, kita satukan berbagai paguyuban kedaerahan, sajian kuliner khas, dan budaya adat dari berbagai suku di Indonesia,” sambungnya.

Terlihat ribuan pengunjung yang memadati lokasi acara untuk menikmati pertunjukan seni, pameran kuliner, dan penampilan para artis ibu kota.

Hal ini kemudian mendapat antusiasme yang tinggi dari warga Kutim,

Menurutnya, ini telah menjadi bukti kecintaan masyarakat terhadap budaya Nusantara tetap kuat, bahkan di era digital.

“Adanya kegiatan ini menunjukkan bahwa masyarakat kita masih sangat menghargai dan menyenangi keberagaman budaya Nusantara. Ini adalah bentuk kebahagiaan dan hiburan bagi seluruh masyarakat Kutim,” ujarnya.

Ia berharap kegiatan ini dapat menjadi sarana edukasi bagi generasi muda di Kutim.

“Sehingga, pemahaman tentang kekayaan budaya bangsa penting untuk diwariskan kepada generasi penerus,” ujarnya.

Melalui acara ini menyediakan peluang bagi anak-anak dan remaja untuk mengenal lebih dalam tradisi budaya Nusantara melalui tarian adat, seni musik, dan kerajinan tangan yang dipamerkan.

“Kita ingin pemuda di Kutim lebih mengenal dan memahami kekayaan budaya kita. Budaya ini harus terus dilestarikan, dan acara ini adalah salah satu upaya untuk menanamkan rasa cinta pada budaya di kalangan generasi penerus,” tutur Poniso.

Poniso menyampaikan bahwa perpaduan antara budaya dan kuliner dalam acara ini memiliki potensi besar untuk meningkatkan sektor pariwisata di Kutim.

Ia pun berharap kegiatan ini bisa membuka peluang bagi pelaku usaha pariwisata, mulai dari penyedia akomodasi hingga pengrajin dan pelaku ekonomi kreatif lainnya.

“Potensi pariwisata di Kutim dapat bangkit melalui perpaduan budaya dan kuliner unik dalam satu acara. Jika dikemas dengan baik, acara seperti ini bisa menarik wisatawan lokal maupun dari luar daerah, yang pada akhirnya akan memberikan kontribusi positif bagi perekonomian daerah,” jelas Poniso.

Pentas Seni, Kebudayaan, Kuliner, dan Adat Nusantara ini tidak hanya menjadi ajang perayaan HUT ke-25 Kabupaten Kutai Timur, tetapi juga simbol persatuan dalam keberagaman budaya. (Adv/ab)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *