Kutim — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menggelar Sosialisasi dan Pendampingan Aplikasi Srikandi, pada Kamis (27/6).
Sekretaris Disdikbud Kutim Irma Yuwinda, mewakili Kadisdikbud Mulyono menjelaskan bahwa Srikandi merupakan singkatan dari sistem informasi kearsipan dinamis terintegrasi.
Dalam agenda itu, kata Irma, pihak Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kutim menyampaikan bahwa dari sektor kearsipan, Srikandi ini merupakan versi ketiga.
“Mungkin ini sudah versi 3 dari DPK selaku leader sektor di kearsipan terutama untuk aplikasinya adalah Srikandi,” jelasnya.
Dia juga menyampaikan, Srikandi ini bersifat wajib dilakukan sebagai upaya penguatan digitalisasi dalam pemerintahan.
“Semua itu adalah arahan salah satu dari 8 program standar pelayanan pemerintah berbasis elektronik atau SPBE, di mana banyak unsur yang terlibat dalam aplikasi ini dan ini bukan aplikasi lokal, satu data,” ungkapnya.
Dia berharap dengan diadakannya sosialisasi ini, dapat mempermudah kami pelayanan Disdikbud, utamanya ketatanaskahan persuratan
“Tentunya harapan kami juga hirarki-hirarki secara berjenjang, dari pembuatan surat, registrasi sampai dengan pendisposisian, bisa lebih lancar, lebih efektif, efisien, kemudian digitalisasinya juga jalan,” ucapnya.
Ditambahkannya, hal ini mempercepat kepengurusan jika misalnya diperlukan tandatangan pejabat tertentu.
Tak hanya itu, Irma juga mengungkapkan, kedepan para ASN tidak lagu mengandalkan pihak yang non ASN. “Jadi mereka skillnya lebih bertambah, artinya lebih mandiri,” sebutnya. (Adv)













